Oleh: Henry | April 14, 2008

MENYELAM KE DASAR BATIN 5 – Master Cheng Yen

Kasih

Apa yang paling berharga dalam hidup ini? Kasih.

Mereka yang memiliki kasih sejati menolong sesamanya dengan riang gembira. Mereka selalu berbahagia sepanjang hidupnya yang indah dan penuh makna.

Mengasihi dan dikasihi adalah berkah. Mereka yang dapat mengasihi dan dikasihi adalah orang-orang yang beruntung.

Jangan memagari diri. Pancarkanlah kasih yang murni kepada orang lain supaya mereka juga berkesempatan untuk memberikan kasihya kepadamu.
Hargailah dirimu, dan engkau akan mengasihi sesamamu.

Mundurlah satu langkah ketika engkau sedang bertikai dengan orang lain, berbaik-hati dan penuh toleransi ketika sedang mencintai orang lain. Dengan cara ini, engkau akan berbahagia sepanjang hidupmu.

Bila kita selalu memperlakukan orang lain dengan ramah dan penuh kasih, kita tidak akan pernah benar-benar menderita. Terkadang kita harus bersedia menanggung sedikit kerugian, dan memang orang bijaksana kadang-kadang nampak seperti orang dungu.

Ubahlah kemarahan menjadi hati yang lemah-lembut, lalu menjadi Kasih. Dengan begitu, seisi dunia akan bergembira.

Memberi dan mempersembahkan dana bukanlah hak kaum berada saja, ia merupakan suatu kehormatan bagi hati yang tulus dan penuh kasih.

Perasaan paling menyedihkan dalam hidup ini adalah, “Orang lain berlimpah kasih-sayang, sedangkan aku merana sendirian.” Tapi hal itu tidak akan menimpa mereka yang menempuh Jalan Bodhisattva, yang memandang orang yang lebih tua sebagai orangtua dan menaruh hormat kepada mereka, memperlakukan yang sama-usia sebagai saudara, dan yang lebih muda sebagai anak kandung. Ini adalah kasih yang paling luhur, murni dan indah dalam hidup.

Jangan mencampur-adukkan Kasih dengan cinta duniawi, karena yang terakhir itu penuh noda dan belenggu.

Pancarkanlah kasih yang murni dan tidak bernoda, singkirkan konsep-konsep “untung dan rugi”. Bila kita mengasihi tanpa membelenggu, noda-noda itu tidak akan muncul. Kasih yang menuntut sesuatu sebagai imbalan tidak akan bertahan selamanya. Yang tidak lekang oleh waktu adalah kasih yang tidak berbentuk, tidak ternoda, dan tidak menuntut apa-apa.

Bila orangtua terlalu mencintai anak-anaknya, akibatnya cinta itu akan berubah menjadi kekecewaan. Jangan mencintai anak-anak secara berlebihan, karena hanya dengan demikian batin mereka bisa berkembang.

Secangkir teh yang harum, segar, penuh aroma, akan membangkitkan semangat. Tapi jangan menaruh daun teh terlalu banyak karena rasanya akan sangat pahit dan tidak dapat diminum. Begitu juga dengan cinta dan kasih-sayang.

Kebutuhan akan cinta dan kasih-sayang adalah kehausan yang tidak pernah dapat terpuasi.

Bila kita berbicara tentang perasaan, berbicaralah tentang perasaan yang abadi. Bila berbicara tentang cinta, bicaralah tentang cinta yang agung, tentang Kasih yang bebas dari keterikatan duniawi.

Buddha menganjarkan kita untuk melenyapkan sang “Aku” dan menghapus cinta-diri yang kerdil menuju Kasih yang agung dan menyatu dengan amam semesta. Jangan biarkan batinmu seperti anak kecil yang senang bermain di Lumpur yang kotor dan lengket.


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: