Oleh: Henry | April 14, 2008

MENYELAM KE DASAR BATIN 4 – Master Cheng Yen

Sekuntum Teratai Nan Suci

Di dalam dirimu terdapat sekuntum teratai suci, sumber kebijaksanaan yang tiada terbatas…. Kembangkanlah welas-asihmu dengan arif, maka kuntum terataimu akan mekar.

Ketika batin mencapai samadhi, kearifan akan tumbuh dengan sendirinya. Kebanyakan orang terpengaruh oleh situasi di luar, dan ini menunjukan kurangnya kekuatan samadhi. Dewasa ini, samadhi dapat diartikan sebagai kepribadian yang kuat dan semangat untuk maju.
Setelah mencapai Pencerahan, Buddha berusaha menolong semua mahkluk untuk mengembangkan welas-asih dan kebijaksanaa, supaya mereka pun dapat mencapai Pencerahan.

Banyak orang mengira bahwa kecerdasan adalah kebijaksanaan, padahal bukan demikian halnya. Kecerdasan tidak selalu mengandung kebijaksanaan, tetapi kebijaksanaan mencakup kecerdasan. Kecerdasan semata-mata sarana untuk mengukur untung dan rugi, serta bercirikan keserakahan dan kekecewaan.

Orang yang cerdas memiliki keterikatan yang kuat pada untung-rugi. Orang bijaksana memiliki tekad yang kuat untuk – dengan penuh keberanian – melepaskan keterikatan pada segala materi dan nafsu keinginan.

Kita menjadi semakin arif karena pengalaman. Kearifan diuji oleh pengalaman dan orang-orang dengan siapa kita bergaul. Apabila kita lari dari kenyataan, mengasingkan diri dari orang-orang dan dari pergaulan, kita akan sulit mengembangkan kebijaksanaan.

Mampu mengasihi sesama adalah berkah, mampu melenyapkan noda-noda batin adalah kearifan.

Kearifan dan ketidaktahuan (batin yang tertutup noda) tak ubahnya seperti telapak dan punggung tanganmu. Meskipun keduanya merupakan bagian dari tangan yang sama, tetapi punggung tangan tidak dapat menggenggam apa-apa, sementara telapak tangan sangat berguna.

Secercah pikiran jahat menanamkan sebutir benih buah yang pahit, sedangkan secercah pikiran baik menanamkan sebutir benih buah yang manis. Berupayalah agar batinmu selalu bersih tak bernoda.

Pada dasarnya manusia memiliki batin yang bersih. Tetapi nafsu keinginan untuk memiliki menodainya, dari hari ke hari.

Tanamlah benih kebajikan di ladang batin kita, karena sebiji benih menghalangi tumbuhnya sebatang rumput liar. Jika tidak ditanam dan dirawat dengan baik, rumput liar akan tumbuh subur. Jadi perbuatan baik harus dilakukan setiap hari, setiap saat, terus-menerus. Lakukanlah perbuatan sekecil apapun dengan pikiran baik.

Janganlah berbuat baik untuk mencari kemasyhuran, atau untuk mengejar pahala. Pahala sejati akan datang dengan sendirinya apabila perbuatan baik itu dilakukan sekuat tenaga, tanpa pamrih.


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: