Oleh: Henry | April 14, 2008

MENYELAM KE DASAR BATIN –Master Cheng Yen

MENYELAM KE DASAR BATIN –Master Cheng Yen
Saat Terbaik adalah saat ini

Setiap hari adalah awal untuk menjadi manusia baru, setiap detik adalah saat yang tepat untuk mengalahkan diri sendiri.

Waktu dapat membentuk watak, menyelesaikan pekerjaan, dan… memupuk pahala kebajikan.

Hidup adalah apa yang dilakukan oleh setiap orang sepanjang usianya. Karenanya berpaculah dengan waktu, jangan biarkan ia melewatimu.

Setiap detik, berjuanglah demi kebaikan.

Di saat-saat kita bebas melakukan sesuatu, seringkali kita tertipu oleh kebebasan itu, dan membuang-buang waktu tanpa sadar.

Orang bijaksana menggunakan waktu seperti permata berharga. Tapi bagi orang bodoh, waktu tak ubahnya segenggam tanah liat yang tak berharga.

Buddha mengatakan, “Hidup ini tak ubahnya nafas.” Manusia tidak dapat mengatur panjang-pendek hidupnya, atau menghindar dari kematian. Dan karena hidup ini hanya sementara, kita harus menghargainya. Gunakanlah ia, kembangkan, dan tunjukkan nilainya yang sejati, pancarkanlah kebaikan dan keindahannya.

Justeru karena hidup ini amat singkat, ia jadi sangat berharga. Dan karena sulit untuk terlahir sebagai manusia, kita harus bertanya pada diri sendiri, adakah kita telah mengembangkan potensi kemanusiaan kita dan tidak hanya mengejar kekayaan dalam hidup ini?

Orang harus sigap dalam melakukan perbuatan baik, dan harus sampai tuntas. Seperti memasak air; sebelum ia mendidih apinya jangan dipadamkan, kalau tidak mau mengulanginya lagi dari awal.

Didorong oleh rasa takut akan berlalunya hari, kita cenderung menghabiskan energi memikirkan berbagai cara untuk mengisi waktu. Akibatnya kita malah kehilangan banyak waktu, dan tetap tidak menghasilkan apa-apa.

Banyak orang terpesona oleh kemampuan duniawi dan terobsesi olehnya. Waktu atau umur yang panjang tidak ada gunanya bagi orang-orang seperti itu, karena mereka tidak akan pernah mencapai kemajuan batin.

Dalam tahapan-tahapan hidup yang singkat ini, waktu untuk menjadi dan menunaikan tugas sebagai manusia yang sempurna amatlah sedikit. Pekerja paling keras sekalipun hanya akan mencapai sepertiga dari apa yang dicapainya.

Bila tidak ada yang dapat dilakukan, kita biasanya membiarkan waktu lewat dengan percuma; kehidupan terus berjalan sementara kita tidur bermalas-malasan. Begitu pula, orang yang membiarkan batinnya tertidur sepanjang hidupnya pantas dijuluki “si pemalas”.

Selidikilah makna yang hakiki dari hidup ini dengan arif. Aturlah penggunaan waktu dalam hidupmu dengan kekuatan ikrar ketetapan hati.

Karena hidup ini tidak kekal, kita harus mempercepat langkah dan terus maju. Kita tidak sedang berjalan di atas lumpur – kebingungan, gamang, dan tidak mantap – ketika sebelah kakimu telah menginjak tanah di depan, kakimu yang sebelah lagi masih takut dan ragu-ragu melepaskan pijakannya. “Setelah satu kaki melangkah, kaki yang lain menyusul.” Artinya kita harus melepaskan hari kemarin, dan memusatkan perhatian pada apa yang sedang dikerjakan sekarang.

Ciri orang bijaksana adalah bahwa ia bisa mengatur waktunya.

Betapapun derita dan kesulitan yang harus ditempuh untuk mencapai sesuatu, jangan biarkan pikiranmu terikat pada hasil-hasil yang pernah kau capai. Betapapun kita telah banyak memberi kepada orang lain, janganlah menuntut balas atau ganjaran.

Kita tidak dapat menggenggam masa lalu, ataupun memastikan yang akan dating. Jadi, hiduplah pada hari ini, saat ini.

Jika berpegang pada hari kemarin, maka niscaya akan muncul pikiran-pikiran keruh dari batin yang ternoda. Dengan demikian masa lalu, sedikit demi sedikit penderitaan, kemarahan, sakit-hati, dan kebencian akan bertambah.

Yang akan dating adalah mimpi di siang hari, masa lalu adalah kenangan palsu. Kita harus memperhatikan batin sejati yang hadir saat sekarang, dan dengan seksama menyelesaikan semua tugas.

Dalam hidup ini, tidak setiap permainan dapat dilakukan dengan baik, tapi dengan latihan dan disiplin yang keras, seorang pemain dapat melakukannya dengan cemerlang.


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: